Lampiran 2.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/2
Pokok Bahasan : Suhu dan Kalor
Sub Pokok Bahasan : Suhu dan KesetaraanTermometer
Waktu : 2 JP ( 2 ×45 menit)
Model Pembelajaran : Pro-BBL
A. Kompetensi Inti
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1. Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi
3.8. Menganalisis pengaruh kalor dan perubahan suhu pada kehidupan sehari-hari.
4.8. Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan, terutama kapasitas dan konduktivitas kalor.
C. Indikator
1. Sikap
a. Mengenali dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan mengenai suhu dan termometer dalam kehidupan sehari-hari.
b. Melakukan kegiatan pengamatan secara aktif, teliti, jujur, hati-hati, bertanggung jawab, disiplin, peduli lingkungan, kerja sama.
2. Pengetahuan
1) Menganalisis permasalahan suhu yang kompleks menjadi perumusan masalah suhu yang sederhana.
2) Memberikan argumentasi bahwa indera perasa kulit bukan alat pengukur suhu yang baik dan tepat.
3) Menganalisis permasalahan termometer yang kompleks menjadi perumusan masalah termometer yang sederhana.
4) Membedakan skala pengukuran termometer Celcius, Reamur dan Fahrenheit.
5) Memberikan argumentasi perbedaan suhu air mendidih di dataran tinggi dengan di dataran rendah.
6) Memecahkan masalah suhu dan kalor dengan kriteria memvisualisasi masalah, mendeskripsikan konsep fisika, dan merencanaan penyelesaian yang masuk akal
7) Menganalisis permasalahan suhu dan termometer pada kehidupan sehari-hari
8) Menyimpulkan hasil percobaan suhu dengan tangan dan termometer
3. Keterampilan
1) menggunakan seperangkat alat percobaan suhu dan termometer dalam kehidupan sehari-hari
2) Menyajikan dan mengolah data pengukuran.
3) Membuat laporan tertulis hasil praktik
4) Mempresentasikan hasil percobaan
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses percobaan, mencari informasi, menanya dan berdiskusi, siswa dapat memahami pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural tentang suhu dan termometer serta mampu membangun sikap ilmiah dan keterampilan prosedural melalui proses mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikannya dalam presentasi dan laporan tertulis.
Adapun tujuan pembelajaran, sebagai berikut.
1. Pengetahuan
1) Diberikan permasalahan suhu dan termometer yang kompleks tak terstruktur yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari, siswa dapat merumuskan masalah suhu dan termometer sesuai Kunci LKS 1.
2) Diberikan video permasalahan tak terstruktur, siswa dapat memberikan argumentasi dalam merumuskan masalah suhu dan termometer sesuai Kunci LKS1.
3) Diberikan data hasil percobaan mencelupkan tangan dalam air es, air panas, dan air keran, siswa dapat memberikan argumentasi bahwa indera perasa kulit bukan alat pengukur suhu yang baik dan tepat sesuai Kunci LKS1.
4) Diberikan data hasil percobaan pengukuran suhu dengan skala termometer celcius, siswa dapat menyatakan dalam skala termometer Reamur dan Fahrenheit sesuai Kunci LKS1.
5) Diberikan data hasil percobaan pengukuran suhu air mendidih di dataran tinggi, siswa dapat memberi argumentasi bahwa air mendidih di pegunungan lebih kecil dari pada di dataran rendah di kota sesuai Kunci LP1.
6) Diberikan permasalahan tentang pengaruh kalor terhadap perubahan suhu, siswa dapat memvisualisasi masalah, mendeskripsikan konsep fisika, dan merencanaan penyelesaian yang masuk akal sesuai dengan kunci LP1.
7) Diberikan data hasil percobaan pengukuran suhu air mendidih, siswa dapat membuat kesimpulan dengan analisis secara induktif.
8) Diberikan permasalahan pemecahan masalah berikut supaya mencakup, yaitu visualisasi masalah yang menunjukkan bukti pemahaman konsep, deskripsi fisika, kesesuaian penyelesaian (persamaan) dengan deskripsi, rencana solusi yang masuk akal, dan perkembangan logika.
b. Keterampilan
1) Diberikan LKS yang dapat di-download, siswa dapat merencanakan percobaan untuk menentukan suhu suatu benda melalui percobaan memasukkan tangan ke ember berisi air es, air hangat, dan air tawar.
2) Diberikan LKS yang dapat di-download, siswa dapat merencanakan percobaan untuk menentukan suhu air es, air hangat, dan air tawar melalui percobaan dengan menggunakan termometer.
3) Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh dari percobaan, siswa menganalisis hasil pengamatan sesuai dengan kunci LKS.
4) Berdasarkan analisis data yang diperoleh, siswa dapat melakukan deduksi dengan mengambil intisari landasan teori yang terkait sesuai dengan kunci LKS.
5) Berdasarkan hasil analisis data dan deduksi, siswa dapat mengidentifikasi variabel-variabel berdasarkan fakta, memberikan deskripsi fisis, memberikan kesesuaian persamaan dengan deskripsi, dan penyelesaian yang masuk akal, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh dan menyimpulkan atas jawaban yang diperoleh dalam pemecahan masalah,sesuai dengan kunci LKS.
E. Materi Pembelajaran
Fakta
Pada waktu siang hari kita sering merasa kepanasan dan saat itu kita mengatakan suhu udara tinggi. Pada saat pagi hari kadang kita merasa kedinginan dan kita mengatakan suhu udara rendah. Pernahkah Anda minum kopi, es teh, es susu, atau segelas air putih? Ketika Anda memegang gelas kopi, gelas es teh, atau gelas air tawar, apa yang dirasakan tangan Anda? Apakah tangan Anda dapat mengukur suhu dengan tepat?
Tubuh (indera peraba kulit) kita tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu benda dengan baik dan tepat sebab kulit kita dapat merasakan panas atau dinginnya suatu benda bergantung pada seberapa suhu benda yang telah kita sentuh sebelumnya. Tubuh (kulit) hanya mampu digunakan untuk merasakan suhu suatu benda bukan mengukurnya. Indra peraba berfungsi sebagai sensor terhadap panas dan dingin. Itulah sebabnya kita dapat membedakan keadaan panas dan dingin di sekitar kita.
Konsep
A. Suhu.
Konsep suhu atau temperatur sebenarnya berawal dari rasa panas dan dingin yang dialami oleh indera peraba kita. Berdasarkan apa yang dirasakan oleh indera peraba, kita mengatakan suatu benda lebih panas dari benda yang lain atau suatu benda lebih dingin dari benda lain. Benda yang panas memiliki suhu yang lebih tinggi sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang lebih rendah.Semakin dingin suatu benda, semakin rendah suhunya.Sebaliknya, semakin panas suatu benda, semakin tinggi suhunya.Ukuran panas atau dinginnya suatu benda ini disebut suhu (temperature). Dalam pokok bahasan teori kinetik gas yang akan dipelajari nanti di kelas XI, anda akan memahami lebih mendalam pengertian suhu; apa yang terjadi pada molekul-molekul penyusun suatu benda sehingga tersebut benda bisa terasa panas, hangat, sejuk atau dingin.
Suhu merupakan ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Benda yang lebih panas tentunya akan memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan benda yang lebih dingin. Suhu suatu benda menggambarkan energi panas yang dikandung benda. Semakin tinggi suhu benda maka semakin besar energi panas yang dikandungnya.
B. Termometer
Suhu dapat dirasakan oleh tangan Anda melalui syaraf yang ada pada kulit dan diteruskan ke otak, sehingga Anda menyatakan panas atau dingin. Namun, kulit kita tidak dapat dijadikan sebagai alat ukur suhu suatu benda.
Alat yang dapat mengukur suhu suatu benda disebut termometer. Termometer bekerja dengan memanfaatkan perubahan sifat-sifat fisis benda akibat perubahan suhu. Termometer berupa tabung kaca yang di dalamnya berisi zat cair, yaitu raksa atau alkohol. Pada suhu yang lebih tinggi, raksa dalam tabung memuai sehingga menunjuk angka yang lebih tinggi pada skala. Sebaliknya, pada suhu yang lebih rendah raksa dalam tabung menyusut sehingga menunjuk angka yang lebih rendah pada skala. Termometer dibuat dengan memanfaatkan konsep kesetimbangan termal antara beberapa benda. Kesetimbangan termal terjadi ketika dua benda atau lebih yang bersentuhan atau bercampur memiliki suhu yang sama. Misalnya, meja, gelas, panci, kipas angin yang berada pada suatu ruangan yang sama dalam jangka waktu tertentu hingga mengalami keseimbangan termal, maka suhu keempat benda itu adalah sama meskipun massa, jenis maupun bentuk benda tersebut berbeda. Jadi dalam kasus ini, dapat dikatakan bahwa suhu suatu benda tidak dipengaruhi oleh massa, jenis maupun bentuk benda.
Sifat termometrik adalah sifat zat yang peka terhadap perubahan suhu. Dengan mengukur sifat termometrik maka nilai suhu suatu benda dapat ditentukan. Berikut disajikan beberapa contoh sifat termometrik.
- Panjang, panjang kolom cairan dalam termometer akan berubah bila suhu berubah.
- Hambatan listrik, hambatan listrik akan berubah bila terjadi perubahan suhu.
- Tekanan, tekanan gas (massa dan volum tetap) akan berubah bila terjadi perubahan suhu.
- Tegangan listrik, tegangan listrik yang dihasilkan termokopel akan berubah bila terjadi perubahan suhu.
Pada bagian ini akan dibahas beberapa jenis skala termometer yang banyak digunakan saat ini yaitu skala Celcius, skala Reamur, skala Fahrenheit, dan skala Kelvin.
a. Skala Celcius
Pada skala Celcius, titik tetap bawah ditandai dengan 0oC yaitu pada saat es murni melebur sedangkan titik tetap atas ditandai dengan 100oC yaitu pada saat air murni mendidih pada tekanan 1 atm. Skala ini ditemukan oleh Anders Celcius (1701-1744).
b. Skala Reamur
Pada skala Reamur, titik tetap bawah ditandai dengan 0oR sedangkan titik tetap atas ditandai dengan 80oR. Hubungan antara skala Reamur dan Celcius dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
dan
dengan: TC = suhu dalam skala Celcius
TR = suhu dalam skala Reamur
c. Skala Fahrenheit
Skala Fahrenheit ditemukan oleh Daniel Gabriel Fahrenheit (1686-1736). Pada skala Fahrenheit, titik tetap bawah ditandai dengan 32oF sedangkan titik tetap atas ditandai dengan 212oF. Fahrenheit menetapkan titik tetap bawah berdasarkan titik beku air murni dan titik tetap atas berdasarkan titik didih air murni pada tekanan 1 atm. Hubungan antara skala Fahrenheit dan Celcius dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
dan
dengan: TC = suhu dalam skala Celcius
TF = suhu dalam skala Fahrenheit
d. Skala Kelvin
Skala Kelvin ditemukan oleh Lord William Thomson Kelvin (1824-1907). Pada skala Kelvin, titik tetap bawah ditandai dengan 273K sedangkan titik tetap atas ditandai dengan 373K. Pengukuran suhu dalam skala Kelvin berdasarkan atas nilai suhu nol mutlak. Kelvin satuan suhu sesuai dengan Sistem Satuan Internasional. Hubungan antara skala Kelvin dan Celcius dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
dengan: TC = suhu dalam skala Celcius
TK = suhu dalam skala Kelvin
Berikut disajikan gambar mengenai kesebandingan keempat skala termometer tersebut di atas.
PRINSIP
Semakin dingin suatu benda, semakin rendah suhunya.Sebaliknya, semakin panas suatu benda, semakin tinggi suhunya.Ukuran panas atau dinginnya suatu benda ini disebut suhu (temperature). Dalam pokok bahasan teori kinetik gas yang akan dipelajari nanti di kelas XI, anda akan memahami lebih mendalam pengertian suhu; apa yang terjadi pada molekul-molekul penyusun suatu benda sehingga tersebut benda bisa terasa panas, hangat, sejuk atau dingin.
Prosedur Kalibrasi termometer
Kalibrasi termometer merupakan suatu kegiatan untuk mencocokkan skala yang ditunjukkan oleh termometer dengan menggunkakan nilai yang pasti. Ada empat tahapan dalam mengkalibrasi termometer, yaitu:
1. menentukan titik tetap bawah termometer. Biasanya digunakan acuan titik beku air atau titik lebur es murni pada tekanan 1 atm sebagai titik tetap bawah. Sebagai contoh titik tetap bawah skala termometer Celcius ditandai dengan nilai nol atau 0 oC.
2. menentukan titik tetap atas termometer. Biasanya digunakan acuan titik didih murni pada tekanan 1 atm sebagai titik tetap bawah. Sebagai contoh titik tetap atas skala termometer Celcius ditandai dengan nilai 100 atau 100 oC.
3. membagi skala antara titik tetap atas dengan titik tetap bawah menjadi beberapa bagian yang sama. Contohnya, skala termometer Celcius dibagi menjadi 100 bagian yang sama sehingga masing-masing bagian menunjukkan 1 oC.
4. Jika ingin mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik, pada termometer dapat ditambahkan skala diatas titik tetap atas dan dibawah titik tetap bawah Contohnya, pada skala termometer Celcius, batas ukurnya dari -20 oC sampai 110 oC.
Hubungan antara skala termometer X dengan termometer Y dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini.
dengan: X = suhu benda diukur dengan termometer X
Xa = titik tetap atas termometer X
Xb= titik tetap bawah termometer X
Y = suhu benda diukur dengan termometer Y
Ya = titik tetap atas termometer Y
Yb= titik tetap bawah termometer Y
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Pro-BBL
Metode Pembelajaran: a) Demonstrasi, b) Percobaan, c) Diskusi kelompok, dan d) Tanya jawab
G. Media, Alat dan Sumber belajar
|
Media |
Alat dan bahan |
|
Cetak dan elektronik (LCD, Laptop) Internet
|
Air panas, air hangat, es, baskom/ gelas, thermometer. |
|
Pemanas air, lilin, korek, gelas kimia, pembakar bunsen, kaki tiga. Logam besi, neraca,kaleng, stopwatch, |
|
|
Air panas, air hangat, es, baskom/ gelas, thermometer. |
|
|
Benang, |
- Buku Sumber Belajar
o Giancoli, D. C. 2001. Fisika. Jakarta: Erlangga.
o Kanginan, M. 2007. Fisika untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga
o LKS Kalor: pengaruh kalor
o Kunci LKS : pengaruh kalor
H. Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
|
Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah dengan tatap muka dan online |
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak siswa berdoa bersama-sama. 2. Guru mengabsen kehadiran siswa. 3. Guru memberi pengantar tentang tentang model Pro- BBL yang akan dilakukan pada pembelajaran |
1. Siswa menjawab salam dari guru dan salah satu dari siswa memimpin doa. 2. Siswa mendengarkan guru melakukan pengabsenan 3. Siswa memperhatikan dengan seksama tentang model Pro-BBL yang |
15 menit |
|
|
4. Guru mempersilakan siswa menyalakan komputer/laptop dan membuka alamat website Pro-BBL, kemudian login dengan menggunakan nomor induk siswa secara online.
|
akan dilakukan pada pembelajaran. 5. Siswa menyalakan komputer/ laptop dan membuka alamat website Pro-BBL, kemudian login dengan menggunakan nomor induk siswa secara online. |
|
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
|
|
4. Guru memberi kesempatan siswa mengakses LKS di internet, dan mencermati video yang berisi permasalahan kontekstual yang tak terstruktur sebagai berikut. Permasalahan a. Rina yang sedang asyik main video game di rumahnya karena merasa sudah lelah kemudian ia mandi. Cuaca pada hari itu hujan turun deras sekali sehingga terasa dingin. Rina merasakan air yang ada di bak mandinya sangat dingin. Setelah Rina selesai mandi, tiba-tiba Trisna datang dari luar dan buru-buru mandi karena kehujanan. Trisna mengatakan bahwa air di bak mandi agak hangat. Dari ilustrasi tersebut di atas, mengapa air di bak mandi dirasakan berbeda oleh indera perasa kulit? Manakah yang menyatakan hasil pengukuran suhu air di bak mandi yang tepat? Siapakah diantara Rina dan Trisna yang benar atau keduanya salah? Rumuskanlah masalah dari 3 keaadaan yang dihadapi Rina dan Trisna! Berikanlah argumentasi, bahwa Rina dan Trisna telah menggunakan tangan untuk mengukur keaadaan air yang sama dengan perasaan yang berbeda?
|
Mengamati: 7. Siswa mengakses LKS di internet dan mencermati video terkait rmasalah suhu dan termometer kontekstual yang tak terstruktur.
|
|
|
|
|
|
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
|
|||||
|
|
b. Apakah ada cara lain yang dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu benda? c. Alat-alat ukur suhu apa saja yang anda ketahui? Cobalah Anda beri argumentasi alat tersebut, bagaimana hubungan kesetaraannya. d. Bagaimanakah pengaruh kalor terhadap perubahan suhu? |
|
|
|
|||||
|
Fase 2 Mengorganisasi- kan siswa belajar secara tatap muka dan sharing via chating. |
5. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok, mempersilakan siswa secara berkelompok untuk memahami dan menghayati permasalahan yang diberikan. 6. Guru menjelaskan target yang diharapkan diperoleh siswa dari percobaan yang dilakukan a. Menemukan konsep pengukuran suhu dari percobaan yang dirancang siswa. b. Menerapkan konsep yang telah diperoleh dari percobaan untuk memecahkan masalah yang diberikan.
|
Menanyakan 6. Siswa berkelompok memahami dan menghayati permasalahan yang terdapat dalam video. Mencoba 7. Berdasarkan target yang ditetapkan, siswa menyusun analisis masalah berdasarkan pengetahuan awal mereka. Menentukan apa yang harus mereka ketahui dan apa yang harus mereka cari lalu menuliskannya |
60 menit |
|
|||||
|
|
|
dalam tabel sebagai berikut.
|
|
|
|||||
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
|
|||||
|
Fase 3 Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok secara tatap muka.
|
7. Setelah siswa diorientasikan pada suatu masalah dan target yang ingin dicapai, selanjutnya guru dan siswa menetapkan subtopik-subtopik yang spesifik, tugas-tugas penyelidikan, dan jadwal. Guru sebagai fasilitator dalam brainstorming (curah pendapat) tentang (1) rumusan masalah dan rumusan hipotesis, keterkaitan rumusan masalah dan hipotesis. (2) Guru memfasilitasi siswa dalam merancang percobaan untuk |
8. Siswa membuat rumusan masalah dan mengajukan hipotesis berdasarkan konsep awal yang mereka miliki dan menuliskannya pada lembar kerja. 9. Siswa merancang percobaan untuk memecahkan permasalahan, serta mengidentifikasikan apa yang diperlukan. Mencermati bimbingan dengan PhET. 10. Siswa menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk percobaan kemudian melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan mereka untuk menemukan konsep pemuaian zat cair dan gas. 11. Siswa mengakses /men-download website Pro-BBL dengan link tautan terkait untuk mengum-pulkan/ mencari informasi melalui |
|
|
|||||
|
|
memecahkan permasa-lahan, serta mengidenti-fikasikan apa yang diperlukan secara virtual dengan menggunakan PhET. 8. Guru memfasilitasi kelengkapan alat dan membimbing siswa berkelompok melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan mereka.
|
|
|
||||||
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
||||||
|
|
9. Memfasilitasi siswa mengakses website Pro_BBL dengan link tautan terkait untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan percobaan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.(melalui internet. chating room) 10. Guru bertindak sebagai fasilitator - memonitor kemajuan siswa untuk masing-masing kelompok dan memberikan bimbingan kognitif kepada siswa melalui chating room. |
konsultasi dengan guru dan melalui akses internet untuk memecahkan permasalahan. Mengasosiasi 12. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok untuk membahas hasil percobaan yang telah dilakukan dan melakukan analisis data. |
|
||||||
|
Fase 4 Mengembang-kan dan menyajikan hasil karya secara tatap muka dan online |
11. Membimbing kelompok melakukan analisis. Ditekankan perlunya ikut bertanggung jawab dan mendengarkan ide teman dalam tugas analisis ini. 12. Membimbing kelompok melakukan analisis. Ditekankan perlunya ikut bertanggung jawab dan mendengarkan ide teman dalam tugas analisis ini. 13. Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman. 14. Meminta kelompok mempresentasi hasil kerja dan diskusi mereka di depan kelas dan mendiskusikan konsep yang mereka peroleh dari hasil percobaan
|
13. Siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman. Mengomunikasikan 14. Masing-masing kelompok siswa mempresentasikan hasil pekerjaan dan diskusi mereka di depan kelas dan mendiskusikan konsep yang mereka peroleh dari hasil percobaan. Setelah itu siswa menyampaikan pemecahan masalah yang diberikan dengan menerapkan konsep suhu dan termometer. |
|
||||||
|
|
|||||||||
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
||||||
|
Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah secara tatap muka dan online. |
15. Kelompok lain menjadi pendengar yang baik agar dapat memberi pendapat saat diminta guru. 16. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan kegiatan yang telah mereka lakukan. 17. Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari / hasil kerja yang telah dipresentasikan. 18. Pembahasan dan solusi melalui tatap muka dan online atau chating room. 19. Membantu siswa melakukan refleksi atas |
15. Masing-masing kelompok siswa mengumpulkan laporannya 16. Siswa mencermati evaluasi yang disampaikan oleh guru. 17. Siswa mencermati pembahasan yang disampaikan oleh guru. 18. Melakukan refleksi atas penyelidikan dan proses yang |
|
||||||
|
Fase 6 Penyampaian contoh-contoh aplikasi dan jawaban latihan soal-soal kontekstual via online |
penyelidikan dan proses yang mereka gunakan melalui tatap muka dan chating room. 20. Mengevaluasi contoh-contoh aplikasi fisika sehari-hari terkait materi pelajaran siswa yang dikirim via internet. 21. Mengevaluasi jawaban latihan soal-soal kontekstual siswa yang akan dikirim via internet. 22. Guru meminta siswa merangkum hasil pembelajaran yang telah mereka lakukan. Guru membimbing seperlunya. 23. Guru memberikan tes kecil untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran yang telah dilakukan. 24. Guru mengucapkan salam penutup |
mereka gunakan melalui tatap muka dan chating room 19. Siswa mengirim (upload via internet) tugas-tugas tentang contoh-contoh aplikasi fisika sehari-hari terkait materi pelajaran. 20. Siswa mengakses hasil-hasil evaluasi contoh-contoh aplikasi fisika sehari-hari terkait materi pelajaran 21. Siswa merangkum informasi, konsep, dan pengetahuan baru yang mereka peroleh berdasarkan kegiatan penyelidikan dan diskusi yang telah dilakukan. |
15 menit |
||||||
|
Tahapan |
Kegiatan Guru |
Kegiatan Siswa |
Waktu |
||||||
|
|
|
22. Siswa mengerjakan tes yang diberikan oleh guru secara individu. 23. Siswa mengucapkan salam penutup. |
|
||||||
I. Penilaian
1. Bentuk evaluasi
a. Tugas online
b. Tes tertulis
2. Jenis Tes
a. Pengetahuan
b. Keterampilan
3. Lembar penilaian
a. LP Pengetahuan
b. LP Keterampilan
Daftar Pustaka
Giancoli. D.C. (2001). Fisika. Edisi ke 5, Jikid 1. Terjemahan : Yuhilza Hanum. Jakarta:Erlangga.
Karyono, Palupi, D.S., dan Suharyanto. (2009). Fisika : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Marthen Kanginan. (2013). Fisika untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Erlangga.
Nurachmandani, S. (2009). Fisika 1 : Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Resnick, R., & Resnick, R. (1984). Fisika Edisi ketiga, Jilid 1. Terjemahan : Pantur Silaban dan Erwin Sucipto.. Jakarta:Erlangga.
Sumarno, J. (2009). Fisika: Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Widodo, T. (2009). Fisika : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Nur, Muhamad. 2011. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dilengkapi Contoh Perangkat RPP keterampilan Berpikir dan Pendidikan Karakter. Surabaya: PSMS Unesa.