Jika gas dipanaskan, maka gas dapat mengalami pemuaian volum dan dapat juga terjadi pemuaian tekanan. Dengan demikian, pada pemuaian gas terdapat beberapa persamaan, sesuai dengan proses pemanasannya.
a. Pemuaian volum pada tekanan tetap (Isobarik)
Gambar 1.2.12 (a): gas di dalam ruang tertutup dengan tutup yang bebas bergerak. Gambar 1.2.12 (b): gas di dalam ruang tertutup tersebut dipanasi dan ternyata volum gas memuai sebanding dengan suhu mutlak gas. Jadi, pada tekanan tetap, volum gas sebanding dengan suhu mutlak gas itu. Pernyataan itu disebut hukum Gay-Lussac .
Gambar 1.2.12 Proses isobarik
Secara matematik dapat dinyatakan:
V ~ T
Atau
Atau
(1.2.11)
b. Pemuaian tekanan gas pada volum tetap (Isokhorik)
|
Gambar 1.2.13 Proses isokhorik
Jadi, pada volum tetap tekanan gas sebanding dengan suhu mutlak gas. Pernyataan itu disebut juga dengan hukum Gay-Lussac. Secara matematik dapat dinyatakan:
P ~ T
Atau = konstan
Atau (1.2.12)
c. Pemuaian volum gas pada suhu tetap (Isotermis)
| |
|
Gambar 1.2.14 Proses isotermis
Jadi, pada suhu tetap, tekanan gas berbanding terbalik dengan volum gas.Pernyataan itu disebut hukum Boyle. Salah satu penerapan hukum Boyle yaitu pada pompa sepeda. Dari hukum Boyle tersebut diperoleh:
P . V = tetap
Atau
P1 .V1 = P2 .V2 (1.2.13)
Jika pada proses pemuaian gas terjadi dengan tekanan berubah, volum berubah dan suhu berubah maka dapat diselesaikan dengan persamaan hukum Boyle - Gay Lussac, di mana:
= tetap
Atau
=
(1.2.14)