a. Pengembunan
Pengembunan adalah proses kebalikan dari penguapan, yaitu perubahan wujud dari cair ke gas. Jika uap air yang terjadi karena penguapan air (laut, danau, sungai, dan sebagainya) memasuki udara dingin, uap air dapat kembali ke wujud cair sebagai tetes-tetes air murni. Peristiwa pengembunan dapat Anda lihat pada peristiwa butiran-butiran air di luar dinding gelas yang berisi es di dalamnya. Butiran air tersebut berasal dari peristiwa pengembunan udara yang ada di sekitar dinding gelas yang berisi es. Di samping itu, peristiwa pengembunan dapat Anda amati bila uap air yang keluar dari ketel (tempat memasak air) mengenai kaca. Tampak bahwa kaca yang semula kering dipenuhi oleh tetes-tetes air yang berasal dari pengembunan uap air.
b. Menyublim
Suatu zat kadang-kadang dapat berubah wujud dari padat langsung menjadi gas. Proses ini dinamakan menyublim. Sebagai contoh karbondioksida cair hanya ada pada tekanan yang lebih rendah dari 5 x 105 Pa (kira-kira 5 atm), padahal karbondioksida padat (disebut es kering) dapat menyublim pada tekanan 1 atmosfir. Oleh karena itu, pada keadaan normal karbondioksida padat bila diberi kalor langsung berubah menjadi gas karbondioksida tanpa melalui wujud cair. Contohnya kapur barus, Iodium, dan naftalena.
Peristiwa menyublim dimanfaatkan orang dalam teknik pengeringan beku (freeze dryng) untuk mengawetkan produk makanan, bunga, dan plasma darah. Mula-mula produk makanan diawetkan dengan membekukan kandungan airnya pada suhu rendah. Kemudian, es yang terkurung dalam produk makanan diuapkan dengan cara mengurangi tekanan sehingga es langsung menyublim menjadi uap air. Uap air ini salurkan ke luar dari tempat pengeringan sehingga tertinggallah produk makanan kering tanpa kehilangan kandungan zat-zat penting (bau, dan citarasa). Oleh karena kering, produk tidak mudah membusuk. Kelak, jika produk makanan hendak digunakan, kondisinya dapat dipulihkan dengan menambah air.
Contoh 1.4.6 :Analisis dampak Lingkungan Freon
Analisis secara dedukti dengan menggunakan dasar teori, bagaimanakah dampak penggunaan freon terhadap lingkungan?
Penjelasan
Freon adalah suatu senyawa kimia yang diciptakan untuk digunakan sebagai fluida kerja dalam lemari es dan AC (air conditioning) mobil atau ruangan. Tiap senyawa freon didesain memiliki titik didih tertentu dan stabil, sehingga tidak akan bereaksi dengan bahan-bahan yang dipergunakan dalam lemari es. Namun, di lain fihak ketika gas frseon lepas ke atmosfir, freon juga tak dapat diuraikan pada ketinggian rendah dari permukaan bumi. Ketika gas freon mencapai lapisan ozon, maka gas freon ini menjadi penyebab menipisnya lapisan ozon.
Ozon adalah suatu jenis oksigen yang terdiri dari tiga atom O (Oksigen biasa mengandung dua atom O). molekul Ozon berfungsi menyerap sinar ultraviolet, sehingga melindungi mahluk hidup dari sengatan sinar matahari yang mengandung ultraviolet.
Proses penipisan lapisan ozon dapat dilihat pada Gambar 1.4.6. Chlor dari freon merampas satu atom oksigen dari ozon untuk membentuk chloromonoksida.

Gambar 1.4.6. Proses penipisan lapisan Ozon
Molekul Ozon yang semula beratom tiga itu berubah menjadi molekul biasa yang beratom dua sehingga molekul ini tak mampu lagi menahan sinar ultraviolet. Freon juga meningkatkan efek rumah kaca sehingga akan menaikkan suhu bumi.