Kalor adalah merupakan salah satu bentuk energi yang sangat penting manfaatnya bagi umat manusia. Kalor tidak sama dengan suhu. Pengertian suhu seperti pada Teks-1.1, merupakan derajat panas suatu benda. Energi kalor berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Dengan kata lain, jika benda yang suhunya lebih rendah disentuhkan dengan benda yang suhunya lebih tinggi, maka benda yang suhunya lebih rendah akan menyerap kalor. Hal ini dapat dilihat pada kasus tangan seseorang yang kena spritus. Spritus akan menyerap kalor dari tangan seseorang tersebut, dan orang tersebut akan kehilangan kalor sehingga tangannya terasa dingin. Sebagian besar energi yang dipergunakan manusia saat ini adalah energi dalam bentuk kalor. Mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin penggerak kendaraan bermotor, kapal laut, dan pesawat terbang memanfaatkan energi dalam bentuk kalor. Energi kimia yang tersimpan di dalam bahan bakar diubah lebih dahulu menjadi kalor, sebelum diubah menjadi energi kinetik untuk menggerakkan mesin-mesin itu.
Pengaruh kalor terhadap suhu benda
Jika satu gelas air panas dicampur dengan satu gelas air dingin (seperti ditunjukkan pada ri Gambar 1.3.1), setelah terjadi keseimbangan termal menjadi air hangat. Hal tersebut

Gambar 1.3.1 Pengaruh kalor terhadap suhu benda
dapat terjadi karena pada saat air panas dicampur dengan air dingin maka maka air panas melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan air dingin menyerap kalor sehingga suhunya naik. Dengan demikian, jika terdapat suatu benda yang menerima kalor, maka suhunya akan naik. Faktor apakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu zat?