Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah panas atau kalor. Berkaitan dengan istilah kalor ini sering muncul pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa kita merasa lebih nyaman menggunakan pakaian berwarna putih dibandingkan dengan berwarna hitam dapat waktu siang hari yang panas? Mengapa tangan yang terkena spritus merasa dingin? Mengapa air digunakan sebagai zat cair pengisi radiator mobil dan sebagai panel surya? Pernahkah kalian mandi dan airnya kedinginan? Kemudian kalian mencampurkan air panas pada air mandi kalian. Begitu pula sebaliknya, pernahkah kalian membuat teh manis dan terlalu panas? Untuk mendinginkan kalian tambah es kedalam teh tersebut.
Fenomena-fenomena kalor, pertukaran kalor dan azas Black tersebut akan dikaji pada pembahasan berikut berdasarkan landasan teori konsep-konsep fisika tentang kalor dan azas Black. Dalam pembahasan fenomena-fenomena tersebut dalam kaitannya dengan konsep-konsep fisika dikemas dengan indikator keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Keterampilan berpikir kritis mencakup kemampuan merumuskan masalah, memberikan argumentasi, menganalisis secara induktif, mengenalisis secara deduktif, mengambil keputusan dan melaksanakan. Kemampuan pemecahan masalah fisika secara garis besar terdiri atas mengenali masalah, menerapkan strategi, merencanakan strategi, dan mengevaluasi solusi.